Sabtu (26/7) bertempat di SMA Negeri 3 Palembang, Komunitas Blogger WongKito telah melaksanakan acara perkenalan dan sosialisasi blog kepada kalangan siswa SMA dengan tajuk "WongKito Goes to School."
Acara yang terbilang sukses ini diikuti oleh sekitar 90 - 100 siswa. Acara ini juga didukung oleh beberapa sponsor (klik disini untuk detailnya). Yang menyebabkan terjadinya 'banjir' doorprize :P
Keesokan harinya dilanjutkan dengan acara bakti sosial membantu korban kebakaran di daerah Air Batu, KM 20, Palembang. Setelah itu dilanjutkan dengan acara makan siang di rumahnya Ibunk :)
Sempat juga meninjau daerah galian tanah salah satu perusahaan, walaupun terkesan gersang, namun pemandangan yang tersaji cukup membuat hati berdecak kagum. Dan yang pasti sesi pemotretan tidak ketinggalan dengan berbagai pose dan gaya masing-masing :P
Sore harinya, dilanjutkan dengan kopi darat bareng Chika. Perjalanan dimulai dari hotel Aston tempat Chika menginap, kemudian menuju BKB (Benteng Kuto Besak), dan berlanjut lagi keatas perahu ketek dengan maksud singgah di Pulau Kemaro.
Naasnya, ditengah perjalanan mengarungi Sungai Musi, cuaca berubah menjadi tidak bersahabat. Dimulai dengan rintik-rintik kecil dan kemudian menjadi hujan lebat. Ditambah lagi perahu ketek yang kami tumpangi mesinnya ngadat yang menyebabkan kami semua harus terdampar ditengah Sungai Musi dalam situasi yang menegangkan selama kurang lebih 30 menit! Tujuan ke Pulau Kemaro pun diurungkan.
Alhamdulillah, setelah mendapatkan bala bantuan dari perahu ketek penyelamat, akhirnya kami bisa pulang kembali ke daratan dengan selamat :)
Really really a long day! Tapi menyenangkan :)


















6 comment(s):
hahhahaha kejadian yang menegangkan sekaligus menyenangkan
btw pertamaxxx
hidup idrus...
sorry belum sempat berdiskusi banyak denganmu idrus...lagi sibuk banget nehh...
cepat lulus bae... jadi bisa sering komunikasi di palembang..
ah nggak seru ah masa nggak ada nyebur2nya!
wekekekek
seru !!!
kasih range 8 buat acara kita kemaren...
Kesemua kelompok di dalam Islam itu sah-sah saja untuk diikuti, perbedaannya teletak pada "carapandang" mereka terhadap Islam. Nu mempunyai carapandang tersendiri bagaimana kita ber-Islam, begitu pula HTI, Muhammdiyah, Tarbiyah dan lain sebagainya. Dengan catatan, kelompok-kelompok itu masih dalam kerangka Al-Quran dan Asunnah
Post a Comment