Pindahan apa? Dalam arti sebenernya atau?
Yup, dua-duanya, pindah kos dan pindah blog :)
This blog no longer maintenance by me :(
Hey, wait... Pindah kemane lu?
Here is my new cyber home > http://idrus.net
Visit yak, and give me your comment on any post you like :)
Monggo... *atau mangga?* :P
Topic: info 10 comment(s)
Huhuhu...
Tinggal menunggu waktu aja, saya akan segera meninggalkan rumah (blog-red) yang telah saya tinggali selama dua tahun ini. Agak sedih sie, karena dirumah inilah saya telah banyak belajar dan berbagi (berbagai hal!), bertemu banyak temen-temen blogger dari penjuru Indonesia (dan dunia), berkenalan dan bercengkrama dengan temen-temen di WongKito, dsb. Tapi ga akan saya delete begitu saja, tetap akan saya pertahankan (dan kalo memungkinkan akan sesekali saya update).
Dan sekarang saya tengah mempersiapkan rumah baru saya. Mungkin saya akan tetep mempertahankan cara dan style yang selama ini saya gunakan (walau mungkin juga akan sedikit berubah :P). Tunggu tanggal mainnya. Tunggu aksi saya! :P
Topic: curhat, info 10 comment(s)
Sabtu (26/7) bertempat di SMA Negeri 3 Palembang, Komunitas Blogger WongKito telah melaksanakan acara perkenalan dan sosialisasi blog kepada kalangan siswa SMA dengan tajuk "WongKito Goes to School."
Acara yang terbilang sukses ini diikuti oleh sekitar 90 - 100 siswa. Acara ini juga didukung oleh beberapa sponsor (klik disini untuk detailnya). Yang menyebabkan terjadinya 'banjir' doorprize :P
Keesokan harinya dilanjutkan dengan acara bakti sosial membantu korban kebakaran di daerah Air Batu, KM 20, Palembang. Setelah itu dilanjutkan dengan acara makan siang di rumahnya Ibunk :)
Sempat juga meninjau daerah galian tanah salah satu perusahaan, walaupun terkesan gersang, namun pemandangan yang tersaji cukup membuat hati berdecak kagum. Dan yang pasti sesi pemotretan tidak ketinggalan dengan berbagai pose dan gaya masing-masing :P
Sore harinya, dilanjutkan dengan kopi darat bareng Chika. Perjalanan dimulai dari hotel Aston tempat Chika menginap, kemudian menuju BKB (Benteng Kuto Besak), dan berlanjut lagi keatas perahu ketek dengan maksud singgah di Pulau Kemaro.
Naasnya, ditengah perjalanan mengarungi Sungai Musi, cuaca berubah menjadi tidak bersahabat. Dimulai dengan rintik-rintik kecil dan kemudian menjadi hujan lebat. Ditambah lagi perahu ketek yang kami tumpangi mesinnya ngadat yang menyebabkan kami semua harus terdampar ditengah Sungai Musi dalam situasi yang menegangkan selama kurang lebih 30 menit! Tujuan ke Pulau Kemaro pun diurungkan.
Alhamdulillah, setelah mendapatkan bala bantuan dari perahu ketek penyelamat, akhirnya kami bisa pulang kembali ke daratan dengan selamat :)
Really really a long day! Tapi menyenangkan :)
Topic: curhat, photos 6 comment(s)
Gonjang-ganjing mengenai masalah privasi di dunia maya sepertinya masih menyisakan pertanyaan di benak para penggunanya.
Here the story goes...
Beberapa hari yang lalu, saya nyolong file-file e-book dari komputer temen. Sesampainya di kosan, setelah harddisk terpasang, saya browse file-file tadi. Ada cukup banyak e-book yang saya dapatkan. Setelah beberapa saat melakukan ritual bongkar-membongkar, saya menemukan satu e-book Playboy edisi Maret 2008 lalu. Wehehehe... :D
File tersebut saya double click, dan mulai menyedot lembar per-lembar halaman digitalnya. Pada halaman Forum-nya saya menemukan artikel menarik, mengenai privasi dan anonimitas, khususnya di dunia internet. Nama Facebook cukup sering disebut-sebut dalam artikel tersebut. "Profiling for Profit - It's No Surprise Facebook is Selling Your Secrets," itu judulnya. Yang bila diterjemahkan ke bahasa Indonesia kira-kira menjadi: "Menyusun Profil (orang lain) Demi Mencari Keuntungan - Bukan Sesuatu yang Mengejutkan bahwa Facebook Menjual Rahasia Anda."
Web 2.0 memang telah menancapkan kukunya dalam-dalam, mengubah paradigma dan pola berinternet manusia modern. Bila dulu, halaman-halaman website bersifat statis dan read-only, alias cuma bisa dibaca dan ga bisa dikomentari apalagi di-edit. Kini justru bermunculan tren-tren pendobrak seperti Social Networking (Facebook, Friendster, MySpace, Multiply, dsb), blogging, wiki, Social Bookmarking, dsb.
Kini tampaknya telah banyak pengguna internet yang berani memunculkan dirinya ke permukaan dengan berbagai alasan; mencari ketenaran, teman, dsb. Masih segar di ingatan saya, ketika awal perkenalan dengan internet semasa mengecap pendidikan di bangku SMP dulu (sekitar tahun 1998-1999). Prinsip 'jangan tunjukkan siapa dirimu yang sebenarnya', secara perlahan mulai memudar. Apalagi ketika saya mulai mengenal apa itu IRC. Daftar nama alias tersusun rapi di otak saya, pun kerapkali bergonta-ganti, dan tiap nama alias terdaftar di server IRC yang bersangkutan serta diproteksi dengan password. Begitu pula dengan akun e-mail, satu e-mail untuk pribadi, satu e-mail untuk umum, dan entah ada berapa e-mail lagi untuk keperluan lainnya. Mengapa harus ada lebih dari satu nama alias dan alamat e-mail? Jawabannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menjadi apapun dan siapapun yang saya mau. Tiap nama alias memiliki karakteristik dan kepribadian tersendiri begitu pula dengan alamat e-mail yang diasosiasikan dengan nama alias yang bersangkutan.
Ketika era Friendster mulai menunjukkan giginya, mulanya saya tidak terlalu acuh. Saya pun sempat memberikan statement, bahwa Friendster itu cuma untuk anak-anak remaja cewek saja. Eehhh... sekitar akhir tahun 2004 atau awal 2005, temen-temen kampus saya rame-rame mendaftarkan dirinya di Friendster dan pembicaraan di kampus pun sempat berubah, serba Friendster! Akhirnya, dengan malu-malu kucing sembari menjilat ludah sendiri, saya mendaftar juga di Friendster. Sempat keranjingan juga sie, hehehe... :P Tapi kini, akun Friendster saya entah sudah berapa lama ga disentuh. Ditambah lagi dengan datangnya pesaing-pesaing baru Friendster di dunia Social Networking; MySpace, Facebook, Multiply, dsb.
Begitu pula ketika era kebangkitan massal (atau kelahiran massal?) blog di tanah air, saya mulanya tidak terlalu mengacuhkannya. Tapiii... Yep, as you all know, saya terbawa arus juga! Pada Agustus 2006, blog aneh ini lahir! Dan sampe sekarang candunya masih kuat mencengkeram saya :P
Baik di Friendster maupun di blog, saya terkadang memberikan informasi 'real' mengenai diri saya. Keadaannya sungguh terjungkir balik, tidak seperti dulu lagi. Bila dulu, memberikan nama asli kepada temen IRC terasa 'haram' bagi saya, boro-boro foto, curhatan, dan informasi lainnya. Anonymity is numero uno! Walaupun begitu, saya masih mengenal batas-batas sejauh mana informasi mengenai diri saya layak untuk diketahui oleh orang lain. Bila tidak...
Bila tidak, apa?
Hehehe... Terpengaruh oleh novel nie. Saya tidak ingin cerita yang dikarang oleh Jeffery Deaver dalam The Blue Nowhere benar-benar terjadi, apalagi ke diri saya :P
Ada beberapa informasi yang sebaiknya tidak tersebar luas di internet. Semisal: nomor telepon, alamat rumah, nama ibu, nama ayah, nomor rekening bank, tempat dan tanggal lahir, asal sekolah, dan informasi-informasi sensitif lainnya.
The story ends here...
Jadi, apa kesimpulannya?
Sebisa mungkin untuk tidak mengekspos informasi pribadi. Bila memang ingin melakukannya (di situs-situs Social Networking, misalnya) dengan alasan tertentu (menjalin hubungan pertemanan, mencari ketenaran, dsb), silakan saja, asal ada batas-batas yang anda tentukan sendiri, sejauh mana anda ingin terekspos di dunia maya.
Topic: curhat, info, lainnya, site 15 comment(s)

Hari & Tanggal: Sabtu, 26 Juli 2008 jam 11:00 - selesai
Tempat: SMAN 3 Palembang
Disponsori oleh:
Topic: info 5 comment(s)
Huh! Saya bener-bener merasa dipermainkan nie, oleh toko tempat saya nginfus printer tiga bulan yang lalu! Emang apa masalahnya sie?
Here the story goes...
Empat hari yang lalu, saya baru nyadar kalo ternyata tangki tinta item printer saya udah sekarat. Nyawanya udah di ujung tanduk. Demi memperpanjang nyawanya, maka saya pergi ke toko tempat masang infusnya dulu, bareng sama temen saya (dia baru mau masang infus).
Di toko, saya menanyakan harga tinta refill infus printer saya. Trus ditanya oleh pelayan tokonya, "tintanya pake merek apa, mas?". Trus saya jawab, "printernya Canon IP1600, merek tinta gimana maksudnya? Dulu saya pasang infusnya disini loh."
"Iya mas, tapi merek tinta yang dipake apa? Good Ink? PrintPal? Blue Print? Atau yang laen?", lanjut si pelayan toko.
Sontak saya bingung, lah wong sejak awalnya saya ga terlalu memperhatikan apalagi mempedulikan merek tinta yang dipasang di infus printer saya. Eh, sekarang malah ditanya mereknya. Trus saya tanya lagi, "harga Good Ink, PrintPal, sama BluePrint berapaan, mas? Yang 100 mililiternya?"
"Kalo Good Ink sama PrintPal, itu yang biasa mas, BluePrint yang bagus, harganya Rp.22500 per-botol isi 100 ml," cerocos si pelayan.
Saya telpon temen saya untuk menanyakan tinta infusnya pake merek apa. Ternyata dia pake PrintPal. Saya tanya lagi, "yang PrintPal berapaan?"
"Dua belas ribu, mas."
"Kalo Good Ink?"
"Kalo Good Ink sama mas, segitu juga harganya. Tapi kita ga jual yang botolan isi 100 ml. Adanya yang 1 Liter."
"Hoh? Satu liter?" Saya sedikit kaget. "Berapa harganya? Emang ga bisa ya beli 100 ml aja?"
"Satu liternya seratus sepuluh ribu. Maaf mas, tapi kita ga jual yang 100 ml."
God! Seratus sepuluh ribu Rupiah! Siiggghhh... Lagian satu liter mah kebanyakan, batin saya. "Kalo misalnya saya refill sama merek tinta laen, semisal BluePrint, bisa ga mas?"
"Bisa aja, tapi tabungnya harus dikuras dulu. Itungannya kena biaya servis. Kalo sembarang refill pake tinta yang ga sejenis ntar printernya kenapa-kenapa, mas" Sahut si pelayan toko.
Saya tanya lagi, "emang biaya servisnya berapa?"
"Lima puluh ribu."
Otak saya mulai buka program kalkulator, servis 50000 ditambah tinta BluePrint yang seratus mili 22500. Jadi totalnya, 72500. Sedangkan Good Ink satu liternya 110000. Duh! Saya jadi bimbang. Akhirnya saya urungkan niat beli tinta refillnya dikarenakan saat itu saya lagi ga ada duit selain itu saya juga masih ragu, tinta infus saya pake merek apa. Lagian kalo saya sembarang refill pake tinta yang ga sejenis, takutnya apa yang dibilangin oleh si pelayan toko itu jadi kenyataan, printernya 'kenapa-kenapa'.
Sepulangnya, pas di kosan, saya bongkar arsip nota pembelanjaan saya, mencari tahu merek tinta yang digunakan ketika memasang infus pertama kali dulu. Jreeng... Ternyata pake tinta Good Ink, yang ga dijual per-100 ml, dan cuma ada yang 1 L. Oh my ghost!
Baru tadi siang, saya lagi bener-bener butuh tinta buat nge-print. Saya muter-muter di toko komputer di seputaran Unila buat nanyain, siapa tau mereka ada yang jual tinta Good Ink yang 100 ml. Ternyata ga ada yang jual! Damn!
Ujung-ujungnya, pikir saya, daripada bimbang, harus ganti merek tinta + biaya servis, atau beli tinta Good Ink satu liter. Enakan saya beli yang satu liter aja. Agak mahal memang, tapi setidaknya bisa dipakai untuk jangka waktu yang lebih lama. Dan saya pun meluncur ke toko tersebut, dengan melarikan motor temen kosan saya. Pulangnya botol satu liter berisi tinta item saya boyong.
Doh! Keluar duit lagi deh. Tinggal ngirit aja sampe akhir bulan :(
Pelajaran yang saya petik, sekaligus bisa jadi pembelajaran buat yang mau pasang infus di printernya; "ketika memasang infus, carilah/mintalah kepada toko untuk menggunakan tinta yang well-known dan mudah didapat serta menyediakan jual 'eceran' (100 ml)."
Topic: curhat, info 13 comment(s)
Pada beberapa aplikasi Java, ada yang memerlukan pengaksesan beberapa fitur/fungsi pada handphone yang dianggap vital, seperti mengakses fungsi networking, multimedia, connectivity, dan read/write data pada handphone. Contoh kasusnya pada aplikasi Opera Mini v4.1 yang kerapkali saya gunakan.

Kadangkala membuat saya kesal karena harus terus-menerus menjawab pertanyaan yang sama, "Allow application Opera Mini to use Network and send or receive data?", "Allow application Opera Mini to read user data?", dan "Allow application Opera Mini to write user data?". Lalu, bagaimana mengatasi hal tersebut?
Berikan izin pada aplikasi untuk melakukan apa yang diperlukannya tanpa harus mendapatkan konfirmasi dari user.

Masuk ke menu, lalu pilihlah Manager, setelah Application manager terbuka, arahkan ke aplikasi yang akan diberikan izin khusus (dalam kasus ini Opera Mini). Pilih Options > Suite Settings, dan tentukan izin apa saja yang akan diberikan pada aplikasi Opera Mini tersebut. Network access, misalnya, dari empat pilihan yang ada: Not allowed (tidak memberikan izin sama sekali), Ask everytime (tanya perizinan setiap kali aplikasi membutuhkan izin), Ask first time (tanya sekali saja), Always allowed (selalu memberikan izin kepada aplikasi untuk melakukan aksi yang dibutuhkannya).
Got it?
:)
Topic: s60, tips n trik 4 comment(s)

Tadi pas khutbah Jum'at saya bener-bener merasa 'tertampar' keras. Mengapa? Tidak lain dan tidak bukan karena dari apa yang disampaikan oleh khatib tersebut kepada para jamaah Jum'at. Emang apa sie yang disampaikannya?
Here the story goes...
Di deket rumah anda pasti ada masjid (atau setidaknya musholla), bukan? Apakah setiap akan memasuki waktu shalat (sebelum adzan), masjid tersebut selalu mengumandangkan tilawah Al-Quran? Bila iya, siapakah yang bertilawah? Apakah manusia (imam masjid, qari, atau masyarakat sekitar)? Ataukah... KASET?
Kalo saya mah jujur, masjid di deket rumah saya (di Palembang), setiap menjelang waktu shalat, selalu berkumandang tilawah Al-Quran nan merdu dan indah namun qari yang mengumandangkannya tak lain dan tak bukan adalah dari sebuah kaset yang diputar menggunakan tape recorder! Tidak jarang pula dari siaran radio!
Miris...
Kemanakah generasi Al-Quran kita saat ini dan masa depan?
Sedikit flash back ke masa lalu, suatu masa ketika saya masih mengenyam pendidikan di bangku SD (Sekolah Dasar). Ya, saya merasa beruntung sempat merasakan masa-masa indah dimana para anak-anak kecil di daerah tempat tinggal saya, berbondong-bondong ikut pengajian (atau biasa dikenal dengan sebutan TPA - Taman Pendidikan Al-Qur'an).
Kala itu, masjid tempat kami belajar mengaji selalu ramai, oleh anak-anak yang belajar Al-Qur'an. Sejak siang hari, selepas jam pulang sekolah, sore hari, hingga malam hari yang selesai sekitar pukul delapan atau sembilan malam.
Sebelum pindah ke TPA di masjid deket rumah, saya sempat mengenyam pendidikan Al-Qur'an di TPA yang letaknya boleh dibilang agak jauh dari rumah. Di TPA itu pula, saya belajar Iqra, dari jilid I hingga VI. Setelah itu barulah mempelajari Al-Qur'an (baca tulis, tafsir, menghafal, dsb). Namun, ketika saya duduk di kelas V SD, saya berhenti dari TPA itu, dan pindah ke TPA di masjid deket rumah saya, dengan alasan lebih deket dan ketika itu pula saya mulai memasuki jenjang Children Class di salah satu lembaga kursus bahasa Inggris di Palembang.
Belajar Al-Qur'an di TPA masjid deket rumah ini pun hanya bertahan hingga kelas I SMP. Alasan saya dulu begitu klasik, "karena banyak pe-er dari sekolah yang harus dikerjakan, dan selain itu masih harus belajar di rumah, dan kursus bahasa Inggris."
Bagaimana dengan masa kecil anak-anak yang hidup di era digital saat ini? Apakah mereka masih mengikuti yang namanya TPA/pengajian? Sepanjang yang saya tau, masih. Namun, tidak sebanyak dan seramai ketika saya kecil dulu. Pun 'kelas malam' pengajian seperti saya dulu sudah tidak ada lagi!
Pernah beberapa waktu lalu, ketika di Palembang, saya menanyai seorang anak tetangga saya yang masih duduk di bangku SD, "kok ga ngaji ke masjid?". Jawabnya, "nggak ah, kak, game-nya (PlayStation as known as PS) belom tamat." Weleh! Alesannya lebih canggih, bro! Game PS!
Stop here! Back to topic!
Sedikit gambaran yang saya jabarkan diatas, pada beberapa bagian, jelas-jelas menohok relung hati saya. Salah satunya; alasan berhenti ngaji di TPA karena harus belajar dan mengerjakan pe-er dari sekolah, kursus, ekskul, dsb. Lantas? Belajar Al-Qur'an dianaktirikan? Astaghfirullah... *karena saya dulu termasuk salah satunya...* :(
Dan, mengenai tilawah di masjid yang menggunakan kaset, sang ustadz (khatib ceramah Jum'at tadi) menyarankan agar kaset-kaset tersebut dibuang saja (bila perlu dibakar). Sebab akan lebih terasa indah bila yang mengisi tilawah di masjid adalah manusia dalam bentuk yang sebenarnya. Generasi-generasi penerus Islam.
Selain itu, khatib tadi juga mengenai imam masjid. Khususnya yang telah 'berumur' dan 'renta' serta 'ompong' sehingga menyebabkan bacaan shalat yang diucapkannya tidaklah jelas lagi. Ia mempertanyakan, kemana para pemuda masjidnya? Generasi penerus yang masih segar bugar? Masak imam yang seharusnya sudah 'pensiun' itu masih dipekerjakan dengan keras? Yang bacaan shalatnya sudah ga terdengar jelas lagi karena sudah ompong! Wallahualam!
Mengapa hal ini dipermasalahkan? Sebab suatu bacaan Al-Qur'an akan berbeda maknanya bila satu huruf saja berbeda!
Fiuuhhh...
Saya jadi terpacu untuk mengintrospeksi diri saya lebih dalam lagi. Memperbaiki bacaan Qur'an saya yang masih 'belepotan' (kalo ga mau dibilang 'kacau balau', hehe...).
Kalo bukan kita, siapa lagi penerus generasi Islam kedepannya? Kalo ga sekarang, kapan lagi? *ga pake [dot] com, loh! :P*.
Topic: curhat, lainnya, social 6 comment(s)
[hypnotherapist]
open the memories of your past
and says it all clearly to me
don't worry on anything bad
which may distort your visions
[alexander]
in that cold windy night
i'm standing in front of the broken furnace
beside the holy window
in my house full of silence
alone...
[rosemary]
hello dear, how are you?
here i brought some sweet love for you
dear, don't keep such an empty words
talk with me
tell me what you have been seen outside
from your favorite window
[son of fail]
mom, i feel bad
the world seems doesn't pay me
any attention i need
they hurts me...
my body was wounded...
my thought was emptied...
still i can't find any friends...
they're all my enemies...
[rosemary]
don't talk with me, son of fail!
i'm not your mom!
go to your bed of death!
[son of fail]
why mom...?
why can't you give me a bunch of warm loves?
you're seen like one of my enemies, too
why do the world acts such a f*ck with me?
[alexander]
i walk to my son
and whispered some words of wisdom
to awakens his spirits
to open his minds
and to let him know
i'm there to protect him
rosemary really a bad woman
nor a good wife and mother
for me and her son
her closest friends are lies
i don't believe on whatever she said
and did...
[hypnotherapist]
don't be afraid, son
just tell me what happenned in that day?
[alexander]
there's come any black clouds
even i don't know who am i
and where am i
all too dark to see
all too crowd to hear
somekind of evil drove me
to an act...
evil act...
blinded me...
i don't know how
rosemary make a love with another man
in front of my hazy eyes
i don't know how
i can be trapped in a twisted mind
and complex situation
a gun fired...
some bullets flown...
and stops in her and her man's heart...
[son of fail]
god!
why you let me live in such a cruel world?!
(ending scene: alexander shot his head with the remaining bullets in his gun)
[son of fail]
no, dad!
don't do that!
don't leave me alone...!!!
mom... dad...
inspired by the no one who i met in one of my nightmare
kopi 15
16 juli 2008
20:38
---
Hmmm... entahlah baris-baris kata ini akan saya jadikan lagu, baru liriknya doank, belom dapet inspirasi buat ngegabungin beberapa riff yang telah saya tab-kan.
Terinspirasi dari salah satu mimpi buruk saya beberapa malam yang lalu. Dalam mimpi tersebut saya melihat empat orang yang saya ceritakan diatas (namun muka dan namanya tidak diketahui). Memang telah mengalami sedikit perubahan sie. Tapi intinya ya tetep :P
Topic: curhat, music, poem 2 comment(s)

Hal yang paling penting yang berkaitan dengan dunia komputasi adalah typing alias mengetik. Sebuah komputer dapat dipastikan tidak akan bisa dioperasikan tanpa adanya sebuah input device yang bernama keyboard (setidaknya hingga saat ini).
Kecepatan dan ketepatan mengetik tentu saja berbanding lurus dengan tingkat produktivitas kita didepan komputer. Entah itu mengetikkan kata dan kalimat di program pengolah kata, memberikan perintah baris kepada komputer, dsb.
Kita dapat membuat sendiri program untuk mengukur kecepatan mengetik kita dalam satuan waktu detik, menggunakan Visual Basic (dalam kasus ini menggunakan Visual Basic 6). Proyek ini saya namai TypingScorist. Memang, ini hanyalah sebuah konsep, dan tingkat akurasi penghitungan waktunya pun tampaknya masih belum begitu baik. Tapi setidaknya, dapat membantu pemula dalam mempelajari dasar-dasar pemrograman Windows menggunakan Visual Basic. Perlu untuk dicatat, saya bukanlah seorang yang expert dalam bidang pemrograman, saya juga masih dalam tahap belajar. Program dan postingan yang saya buat ini semata-mata untuk berbagi :)
Untuk lebih jelasnya, silakan donlot file zip proyek yang berisikan source code beserta executable yang telah dikompilasi, [DISINI].
Happy coding!

















